Home | Selalu Baru | Harian | Homili | Artikel | Cari | Ekaristi | Majalah SM
Home arrow Artikel arrow Latest arrow Devosi Untuk Apa

Apa saja yang baru
Apa itu RSS
Really Simple Syndication (RSS), apa itu banyak yang bertanya. Ternyata masih banyak yang tidak mengerti fungsi dan keunggulan dari RSS. Media Katolik menyediakan beraneka RSS feed untuk berita nasional, internasional, berita Katolik, Homili, Renungan Harian maupun forum-forum diskusi yang bermutu. Sudah saatnya web anda menggunakan teknologi RSS atau XML sebagai alternatif layanan pengguna web anda.

Devosi Untuk Apa PDF Print E-mail
Saturday, 15 October 2005
Apa itu devosi pribadi? Banyak umat Katolik dan protestan sekalipun yg memiliki devosinya tersendiri. Devosi kepada Hati Kudus Yesus, Santa Perawan Maria, Divine Mercy, Santa atau Santo lainnya, malah devosi perbuatan dan komitmen tertentu seperti Bunda Teresa kepada orang-orang terbuang dari masyarakat, hanya karena rasa cintanya kepada Tuhan. Devosi = komitmen, yg adalah sebuah janji yg mulia dan sakral. Kita semua ingin rasanya memiliki devosi untuk memperlihatkan rasa sayang kita kepada Tuhan, Para Kudus, saudara dan teman-teman kita ada juga devosi terhadap siapa saja tanpa batas. Bahaya janji devosi adalah seringnya sifat devosi yg dalam dan dapat membohongi diri kita, sampai kita lupa unsur utama dari janji tersebut, Tuhan! Dengan cinta, janji, ajaran dan sabarNYA Tuhan menunggu kita. Apa itu devosi pribadi? Banyak umat Katolik dan protestan sekalipun yg memiliki devosinya tersendiri. Devosi kepada Hati Kudus Yesus, Santa Perawan Maria, Divine Mercy, Santa atau Santo lainnya, malah devosi perbuatan dan komitmen tertentu seperti Bunda Teresa kepada orang-orang terbuang dari masyarakat, hanya karena rasa cintanya kepada Tuhan. Devosi = komitmen, yg adalah sebuah janji yg mulia dan sakral. Kita semua ingin rasanya memiliki devosi untuk memperlihatkan rasa sayang kita kepada Tuhan, Para Kudus, saudara dan teman-teman kita ada juga devosi terhadap siapa saja tanpa batas. Bahaya janji devosi adalah seringnya sifat devosi yg dalam dan dapat membohongi diri kita, sampai kita lupa unsur utama dari janji tersebut, Tuhan! Dengan cinta, janji, ajaran dan sabarNYA Tuhan menunggu kita. Sebagai seorang Katolik dan seperti yg diajarkan selama gereja mulai berada dari Petrus, Paulus dan para dokter gereja muda hingga kini adalah sama. Kita tidak bisa melupakan tugas dan wajib kita sebagai seorang Katolik dan menggantikannya dengan janji atau perbuatan devosi-devosi tertentu. Untuk menjalankan devosi dengan semestinya dan baik, kita harus dapat menjalankan semua wajib Katolik, baru kemudian kita memperkuat diri dengan devosi....... Banyak yg lupa akan hal ini, sayang sekali dari mereka yg karena kedalaman devosi lupa akan wajib dan ajaran-ajaran gereja yg adalah sebagai pendiri dan penunjuk dari devosi tsb. Santo Fransiskus dari Asisi telah memperlihatkan devosi dan juga kesetiaannya kepada wajib Katoliknya. Bunda Teresa juga tidak melupakan wajib Katoliknya.......so apakah kita dapat atau perlu waspada untuk menjalankan suatu devosi tertentu? Jelas!!! karena sebelum kita berani untuk berjanji dan mengikat diri kepada suatu devosi, sebaiknya kita lihat dulu apakah kita sudah dapat memenuhi wajib Katolik kita! Renungkan...........betapa mubasir dan percumanya bila kita melaksanakan suatu devosi tapi kita melupakan Devosi yg Sebenarnya...........yaitu menjadi dan hidup sebagai seorang Katolik yg baik. Bunda Teresa yg telah membuktikan devosinya yg tidak terpikirkan dan terlaksanakan oleh manusia biasa..........masih memohon doa dari kita semua, apakah artinya beliau minta dioakan? Begitu juga dengan Paulus yg terus saja minta didoakan. Mereka mengerti bahwa jalan menuju surga adalah susah dan mereka menyadari bahwa pada detik-detik sebelum mati seseorang dapat kehilangan percaya dan iman dan karenanya kehilangan keselamatan. Kenapa? Karena mereka menyadari bahwa hanyalah Tuhan yg memiliki kuasa tsb. Siapakah diri saya dibanding dengan Paulus atau Bunda Teresa? Siapa disini yg dapat berkata dia adalah seorang Katolik yg baik? Karena itu saya dengan segera menempatkan diri saya di akhir dari baris tsb. Adalah gegabah dan dosa bila kita memberanikan diri untuk berkata "saya sudah selamat", atau "saya akan selamat!". Tekanlah diri kita untuk bekerja dan melayani Tuhan dengan hati terbuka dan tulus karena kita selalu mendambakan untuk dapat mencintaiNYA. Salam dan saya berdoa untuk kita semua, agar kita dapat melihat diri kita sendiri dalam menjalani wajib Katolik.
Last Updated ( Monday, 25 December 2006 )
.
Content © Media Katolik Copyright